Menyambut Bulan Ramadan

Menyambut bulan Ramadan, berikut yang perlu dipersiapkan:

1. BERDOA, Allahumma balighna Ramadhan.

اللهم سلمنا الى رمضان وسلم لنا رمضان وتسلمه منا متقبلا

اللهم بلغنا رمضان وبارك لنا فيه

2. BERGEMBIRA & BERSYUKUR karena telah mendekati bulan Ramadan.

Disunnahkan bagi orang-orang yang mendapatkan nikmat atau dihindarkan dari musisbah, maka bersujud syukur. Sebagaimana juga dengan dekatnya Ramadan, perbanyak memuji Allah Ta’ala.

Semakin banyak mendapati Ramasan dan beribadah di dalamnya, semakin banyak mendapatkan pahalanya.

Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Allah bukakan pintu surga, syetan dibelenggu, sehingga banyak orang yang bersemangat untuk beribadah, maksiat berkurang.

Ibnu Rajab menyampaikan kengapa masih ada kemaksiatan di bulan Ramadan:

Pertama, karena yg dibelenggu di bulan Ramadan dedengkotnya syetan, semntra setan2 bala tentara kecilnya masih berkeliaran menggoda manusia.

Kedua, karena hawa nafsu manusia. Sesungguhnya nafsu ammarah senantiasa mengajak manusia ke keburukan (QS. Yusuf 53). Perlawanan dg hawa nafsu terus sampai akhir hayat.

Ketiga, karena godaan sesama manusia. “Aladzii yuwaswisu fo sudurinnas minal jinnati wannaas.”

3. BERTEKAD DAN MEMBUAT TARGET YANG BERMANFAAT SELAMA RAMADAN.

Contoh: Bertekad khatam Al-Quran selama Ramadan, shalat berjemaah terus di masjid tanpa tertinggal takbiratul ihram imam yang pertama.

4. MENINGGALKAN MAKSIAT DAN PERKARA-PERKARA YANG MELALAIKAN.

Contoh: Tinggalkan drakor, menundukkan pandangan, tinggalkan semua yg melalaikan mengingat kpd Allah.

5. MEMPELAJARI KEMBALI FIKIH RAMADAN DAN PERKARA TERKAIT RAMADAN.

6. BEBASKAN DIRI DARI PERMUSUHAN, agar mengikhlaskan semua kesalahan dan menghilangkan permusuhan dengan saudaranya.

Yang perlu diperhatikan penyimpangan ketika mendapati bulan Ramadan:

1. Tidak mengqadha hutan puasa sebelumnya. Waktu qadha puasa mulai bulan Syawwal sd Sya’ban.

“Siapa yang wafat dan memiliki utang puasa, maka walinya membayrkan utang puasanya.” (HR Bukhari Muslim).

2. Sebagian masyarakat mengkhususkan ziarah kubur ketika menjelang bulan Ramadan. Ziarah kubur dianjurkan, untuk mengingatkan kematian, kapan saja tidak ada pengkhususan waktu tertentu.

Tidak boleh berziarah kubur menjelang Ramadan karena keyakinan menghormati arwah yang cuti selama Ramadan, ini tidak ada dalilnya. Dan ketika lebaran, ziarah kuburan mengantar kembali arwah ke kuburan, ini keyakinan yang tidak ada dasarnya (hadits palsu).

3. Kebiasaan di sebagian daerah, mandi sebelum Ramadan, seolah-olah jika belum mandi, jiwanya belum siap dan belum bersih menjelang Ramadan. Ini bukan tradisi umat Islam, agar kita tidak ikut2an yang bukan dari ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *