Tidak orang dapat meraih haji yang mabrur, meskipun setiap orang mengharapkan menjadi mabrur. Mabrur berarti haji yang diterima oleh Allah subhanallahu wa ta’ala. Haji mabrur memiliki dampak dan efek yang dirasakan bagi yang meraihnya.
Jika seseorang dapat menjaga sikap sabar dan sikap santun, dalam setiap ibadahnya, maka dalam prilaku hidup lainnya mampu mempraktikkan sabar dan dan sikap santunnya.
Di antara kiat-kiat menggapi haji yang mabrur:
- Harta yang dipakai untuk berhaji adalah haji yang halal. “Sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali dzat yang bersumber dari yang baik-baik.”
- Amalan-amalan hajinya dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rukun-rukunnya dijalankan, kesalahan-kesalahannya ditinggalkan.
- Aktivitas sehari-harinya dipenuhi amalan-amalan kebaikan; perbanyak sedekah dan perkataan yang baik.
- Tidak berbuat maksiat selama ihram, di antara yang dilarang adalah rofats (semua bentuk kekejian dan perkara yang tidak berguna, termasuk candaan yang mengarah ke hal mesum), fusuq (Kemasiatan yang terang-terangan, keluar dari ketaatan dari Allah Azza wa Jalla) dan jidal (berbantah-bantahan). Termasuk meninggalkan semua bentuk dosa selama menjalankan ibadah haji; kesyirikan, perbuatan menyelisihi sunnah.
- Pulang dari haji menjadi lebih baik kondisinya dalam hal ibadah.
Ikuti sesi terakhir Kajian Manasik Haji yang disiarkan langsung dari Masjid ICC Dammam: