Hadits yang pertama di Bab al-Mujahadah di Kitab Riyadhus Shalihin:
Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’”
Ada beberapa pelajaran dari hadits ini, yang pertama, siapa wali Allah? Wali Allah adalah orang yang beriman dan orang yang bertakwa. Dalilnya surah Yunus ayat 62-63:
Artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah (kekasih-kekasih Allah), tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”
Dan mereka yang bertakwa yaitu melakukan amal shalih dengan anggota badannya.
Kedua, menunjukkan kecintaan Allah terhadap hambaNya karena amalan-amalannya. Amalan hamba tersebut memiliki momen tertentu yang satu sama lain memiliki prioritas dan kelebihan pahala.
Ketiga, bahwa manusia setelah mendekatkan diri dengan amalan-amalan sunnah setelah yang wajib, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Dan siapa saja yang menapaki menuju mahabbatullah, maka Allah akan beri kemudahan.
Siaran Langsung dari Islamic Cultural Center Dammam, Kajian Kitab Riyadhus Shalihin, Bab al-Mujahadah: