Di antara bentuk motivasi kita untuk bersungguh-sungguh untuk beribadah, sebagaimana hadits-hadits berikut ini:
“Mayit itu diikuti oleh tiga golongan, akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya, dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya.” (Shahih Bukhari)
Faedah dari hadits ini adalah menmabah bekal untuk perjalanan yang panjang, karena dunia ini sifatnya sebentar, sementara dan fana. Sedangkan alam barzah sifatnya akan lama.
Selain itu, hadits ini dalil yang menandakan bahwa dunia ini adalah sementara dan akan kita tinggalkan. Dan tidak ada yang mengikuti seseorang ke kuburnya; harta, anak, semuanya tidak akan ada yang mau mengikut mayit ke dalam kubur kecuali tersisa amal kita. Karena yang membersamai kita adalah amal kita, maka hendaknya kita perbanyak amalan-amalan tersebut.
Pelajaran berikutnya dari hadits di atas adalah kita harus fokus mendapat ridha Allah dengan amalan-amalan shaleh daripada pengakuan manusia. Karena yang akan menemani kita adalah amalan tersebut.
Surga itu lebih dekat kepada salah seorang di antara kalian dari tali sandalnya, dan begitu juga neraka seperti itu.” (HR. Al-Bukhari)
Hadits kedua menjelaskan bahwa ketaatan kepada seseorang akan menempuh ke jalan surga atau justru ke neraka. Ini adalah amalan-amalan yang kita lihat dari keseharian kita. Satu hari yang kita lewati, mari kita intropeksi, apakah lebih banyak ketaatan atau bermaksiat atau kelalaian?
Orang yang serius menggapai surga Allah, maka Allah akan mudahkan untuk mencapainya. Amalan yang mendekatkan ke neraka, disukai hawa nafsu kita dan sebaliknya amalan yang menghantarkan kita ke surga dibenci hawa nafsu kita.
Simak lebih lanjut penjelasannya di video di bawah ini: