Mujahadah: Bersungguh-Sungguh Melaksanakan Ketaatan dan Meninggalkan Maksiat

Ayat-ayat atau dalil-dalil anjuran untuk bermujahadah sangat banyak. Disebutkan tentang mujahadah, adalah orang yang bersungguh-sungguh dan orang yang berjuang.

Menurut Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah, seorang yang bermujahadah untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain. Orang yang bermujahadah untuk orang lain adalah berat dan tidak sempunr bagi orang lain kecuali setelah berjuang untuk dirinya sendiri.

Seorang yang berjuang dengan sungguh-sungguh terdiri dari dua kategori; mujahadah dalam melakukan ketaatan dan mujahadah dalam meninggalkan maksiat.

Karena melakukan ketaatan itu sebenarnya berat bagi hawa nafsu kita, kecuali bagi orang-orang yang berikan kemudahan dan keringanan. Meninggalkan maksiat juga sangat berat bagi hawa nafsu kecuali bagi orang-orang yang diberikan pertolongan Allah Ta’ala.

Maka seorang hamba sudah selayaknya berjuang untuk menundukkan hawa nafsunya, agar tidak jatuh dalam kubang kemaksiatan dan membimbingnya dalam ketaatan.

Dan mujahadah yang berat adalah melawan hawa nafsu agar senantiasa menajga niat ikhlas untuk Allah dalam ibadah, memurnikan amalan dari seluruh cabang-cabang kesyirikan; riya, sum’ah dan lain sebagainya.

Sesungguhnya ikhlas perkara yang sangat dahsyar dan berat sekali. Sebuah atsar disebutkan “tidak ada perkara yang berat bagiku untuk menajganya melebihi niatku.”

Di antara bentuk mujahadah kita yang berat juga adalah puasa, karena sesungguhnya puasa diantara hal yang paling tidak disukai hawa nafsu.

Termasuk bentuk mujahadah adalah shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki, karena sebagian orang bermudah-mudahan shalt wajib di rumahnya sendiri tetapi berat melangkahkan kakinya ke masjid.

Disebutkan dalam hadits shahih: “Shalat yang paling berat bagi munafikin adlaah shalat shubuh dan isya, seandainya mereka mengetahui apa yang terkadung di dalamnya, niscaya mereka akan datang merangkak.”

Ikuti Kajian Kitab Riaydhus Shalihin, Bab Mujahadah di Masjid ICC Dammam (Jum’at 22 Mei 2026):

Termasuk Mujahadah kepada orang lain adalah:

  • Menjelaskan ilmu dan membagikannya.
  • Meluruskan pemahaman ahlu bid’ah, yang kebid’ahannya sampai pada tingkat kekafiran.

Mujahadah di atas adalah dengan ilmu tetapi juga dengan mujahadah kepada kuffar, munafiqin dengan senjata (jihad fii sabilillah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *