Arafah dan Keistimewaannya

Qurban adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Syariat ini telah ada sebelum umat Islam yang masih diakui eksistensinya oleh Islam.

Kurban merupakan ibadah yang menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim alaihi salam, sebagaimana juga sebagai sarana menebar kebahagiaan.

Kurban disyariatkan bagi yang masih hidup, tetapi jika diniatkan untuk yang telah meninggal (mayit) karena nadzar, maka diperbolehkan.

Hari Arafaha dalah hari ke-9 di bulan Dzulhijjah, al-hajj arafah (HR. Tirmidzi dan Nasai). Barangsiapa yang tidak mendapati hari Arafah maka tidak syah hajinya.

Hari Arafah turun rahmat Allah dan hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hambaNya dari api neraka. Sesungguhnya Alah mendekat lalu membanggakan para hamba kepada malaikat, lalu mengabulkan permintaan hambaNya, selama tidak ada penghalan doa dikabulkan.

Di antara keutamaan hari Arafah dalah waktu yang mustajab untuk berdoa, “Sebaik-baiknya doa adalah di hari Arafah.”

Bagi yang tidak berhaji, berpuasa Arafah memiliki pahala yang besar, yaitu mengampuni dosa 1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang, yaitu dosa-dosa kecil. Dan hari Arafah ini hari paling terbaik, karena berkumpulnya induk-induk ibadah.

Ikuti kajian Terjemah Khutbah Jum’at dari Masjid Islamic Cultural Center Dammam, di tautan berikut ini:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *