Kajian Ushul Fiqih: Hukum-hukum (al-Ahkam)

Al-Ahkam adalah bentuk jamak dari hukum, seara bahasa maknanya adalah keputusan/ketetapan.

Secara istilah: “Apa-apa yang ditetapkan oleh seruan syar’iat yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf (orang yang dibebani syari’at) dari tuntutan atau pilihan atau peletakan.”

Ada lima hukum:

  1. Wajib, dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa. Lafadz-lafadz atau sinonim dari wajib (al-wajib), di antaranya: al-lazim. Dalil tentang wajib ini terdapat di Surah Al-Hajj ayat 36.  Wajib (ﺐﺟﺍﻮﻟﺍ) secara bahasa : (ﻡﺯﻼﻟﺍﻭ ﻂﻗﺎﺴﻟﺍ) “yang jatuh dan harus.”
  2. Mandub (ﺏﻭﺪﻨﳌﺍ) secara bahasa : (ﻮﻋﺪﳌﺍ) “yang diseru,” adalah “Apa-apa yang diperintahkan oleh pembuat syari’at tidak dalam bentuk keharusan”, seperti sholat rowatib.
  3. Haram (ﻡﺮﶈﺍ) secara bahasa : (ﻉﻮﻨﻤﳌﺍ) “yang dilarang.” “Apa-apa yang dilarang oleh pembuat syari’at dalam bentuk keharusan untuk ditinggalkan”, seperti durhaka kepada orang tua.
  4. Makruh (ﻩﻭﺮﻜﳌﺍ) secara bahasa : (ﺾﻐﺒﳌﺍ) “yang dimurkai.” “Apa-apa yang dilarang oleh pembuat syari’at tidak dalam bentuk keharusan untuk ditinggalkan”, seperti mengambil sesuatu dengan tangan kiri dan memberi dengan tangan kiri.
  5. Mubah (ﺡﺎﺒﳌﺍ) secara bahasa : (ﻪﻴﻓ ﻥﻭﺫﺄﳌﺍﻭ ﻦﻠﻌﳌﺍ) “yang diumumkan dan diizinkan dengannya”. “Apa-apa yang tidak berhubungan dengan perintah dan larangan secara asalnya”. Seperti makan pada malam hari di bulan Romadhon.

Masjid Toyota Dhahran, 5 Mei 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *